Hanya Untuk Remaja, Wahana Anak Masih Dilarang Beroperasi

foto

Bagian Humas Setda Kota Bandung

Berdasarkan Peraturan Wali Kota Bandung (Perwal) no 46 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), wahana atau tempat bermain remaja menjadi salah satu sektor ekonomi yang berpeluang memperoleh relaksasi.

Namun khusus untuk wahana anak-anak di bawah 12 tahun masih belum diperbolehkan beroperasi. Pasalnya, perlu kajian dari Dinas Kesehatan terlebih dahulu.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menegaskan, Pemkot Bandung akan memberikan relaksasi jika pengusaha telah memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan. Salah satunya, pengusaha wajib melaksanakan simulasi.

"Dimungkinkan relaksasi beberapa sektor ekonomi lain, tapi tentunya lewat simulasi," katanya usai meninjau simulasi di Timezone Bandung Indah Plaza, Selasa (15/9/2020).

"Seperti di sini (Timezone) mengajukan ke Disbudpar, beberapa waktu lalu pengelola bersurat. Karena memang hasil Ratas (rapat terbatas) itu harus tetap disimulasikan (prosedur relaksasi). Sekarang dilihat standar protokol kesehatannya," ucapnya.

Yana menilai, saat simulasi Timezone sudah menerapkan standar protokol kesehatan yang cukup baik. Wahana tersebut juga menempatkan sejumlah petugas untuk menjaga area bermain. Selain itu, membatasi kapasitas dibawah 50 persen.

"Jadi tadi setiap area, 5-6 mesin permainan itu ada satu orang yang bertanggung jawab membersihkannya. Rencananya ada 33 mesin yang akan digunakan dari total 88 mesin permainan," katanya.

"Dari 33 mesin tersebut semuanya untuk remaja, sedangkan untuk anak-anaknya (usia di bawah 12 tahun) dikunci semua, itu tidak diaktifkan," katanya.

Kendati simulasi sudah sesuai standar protokol kesehatan, Yana menegaskan, pengusahanya tetap harus mengajukan surat pernyataan ke dinas terkait dan Gugus Tugas.

"Prosesnya (izin beroperasi) tergantung managemennya. Kalau tidak menulis surat ya belum boleh. Kalau dilihat sepintas tadi hasil simulasi memadai untuk kita bisa relaksasi. Tinggal proses administratifnya," katanya.**

Editor: Ervan Radian

Bagikan melalui
Berita Lainnya
AKB Diperketat, Tak Taat Kena Sanksi
36 Wartawan Ikuti Raker dan OKK di Rancabali
PKS Dukung Pasangan Dadang-Sahrul
Kota Bandung Targetkan Juara Umum MTQ Ke-36 di Kabupaten Subang
Kapolresta Bandung Berikan Penghargaan Kepada 22 Anggota Berprestasi