36 Wartawan Ikuti Raker dan OKK di Rancabali

36 Wartawan Ikuti Raker dan OKK di Rancabali Sasra Firmansyah

RANCABALI, "SJN".com - Sebanyak 36 wartawan yang tergabung dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung dan Tasikmalaya Jawa Barat mengikuti pelaksanaan rapat kerja (Raker) dan orientasi kewartawanan dan keorganisasian (OKK) di Agro Wisata Walini, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Rabu (9/9/2020).

Raker dan OKK tersebut dengan tema "Menata program dan memperkuat organisasi". Dari 36 wartawan itu, 26 wartawan yang tergabung dengan PWI Kabupaten Bandung dan 10 wartawan asal Tasikmalaya. 

Raker dan OKK tersebut dibuka langsung oleh Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat, dan disaksikan/dihadiri Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, dan Ketua PWI Kabupaten Bandung H. Rahmat Sudarmaji, wartawan senior H. Agus Dinar dan jajaran Muspika Rancabali. Selain itu, Camat Rancabali Dadang Hermawan, Kepala Desa Patengan Asep Kurniadi, juga turut hadir. 

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengatakan, wartawan dapat menangkap peluang karena berada pada profesi strategis dalam kondisi global yang terus berkembang.

"Wartawan dapat menunjang peningkatan pembangunan di Kabupaten Bandung," kata Bupati. 

Ia pun menilai kode etika jurnalistik dan persyaratan wartawan dapat mendorong dalam percepatan pembangunan agar lebih  berkembang dan maju.

"Pilar media sangat penting. Wartawan bisa sejajar dengan akademisi," katanya. 

Dadang mengatakan, wartawan merupakan pilar melayani masyarakat di antaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap, melalui profesi wartawan dapat mencerdaskan rakyat, selain membuka peluang ekonomi. "Apalagi disaat pandemi Covid-19, masyarakat diharapkan tetap produktif dan peran media selain memberikan contoh, juga media sebagai jendela dunia," katanya. 

Bupati pun menyatakan dampak pandemi Covid-19 ini berpengaruh pada kelangsungan pendidikan. "Kami mensunatkan kepada Dinas Pendidikan untuk segera dibuka kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah, tapi tak wajib. Yang dibuka yang sudah siap protokol kesehatan. Belum siap jangan dibuka. Walaupun dibuka, anak-anak belajar di luar ruang kelas sekolah. Seperti di negara lain banyak dilakukan belajar di luar kelas," katanya. 

Dampak lain pandemi Covid-19, yaitu pada kesejahteraan dan ekonomi masyarakat. Ia berharap, masyarakat tetap produkti disaat pandemi.

Dadang pun memandang ada hal menarik tentang permasalahan jurnalistik dengan youtuber. Penting etika kewartawanan, dan juga penting etika kepemimpinan. "Sangat erat kaitannya dengan akhlak, untuk sama sama saling mengingatkan," katanya. 

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada awak media yang sering mengoreksi untuk perbaikan dalam program kerjanya. Termasuk kepada OPD yang tak berorientasi pada kepentingan rakyat, untuk bisa saling mengingatkan. 

"Saling geuing, dan kritik yang dilakukan awak media karena wartawan posisi sangat penting. Saya mengucapkan terima kasih kepada wartawan yang sudah mensupport, kritik untuk kemajuan. Itu untuk kepekaan dan kesadaran seorang pemimpin," tuturnya.

Ia pun mengungkapkan, Pemkab Bandung sudah memberikan pelayanan insentif pajak kepada wajib pajak. Di antaranya pelayanan gratis pembayaran pajak dibawah Rp 500.000, dengan syarat tunggakan sebelumnya sudah dibayar. Selain itu diskon 50 persen untuk wajib pajak di atas Rp 500.000 sampai Rp 5 juta. 

"Setelah digratiskan wajib pajak pada datang," ujarnya. 

Ia pun menerangkan keberhasilan dalam penanganan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kabupaten Bandung. Sebelumnya, sebanyak 750.000 rutilahu di Kabupaten Bandung, dan sekarang tinggal 13.000 rumah.

Untuk penanganan rutilahu yang tersisa, Pemkab Bandung menyiapkan program rutilahu untuk 5.000 rumah dan belum lagi yang disiapkan melalui CSR pada 2020 ini. 

Sementara itu, Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat mengucapkan terima kasih bisa hadir dalam raker dan OKK. "Ini khusus acara untuk menerima calon anggota PWI. Ini bagian dari ospek, sebelum menjadi anggota PWI. Para peserta Raker dan OKK ini, selain para wartawan yang tergabung dengan PWI Kabupaten Bandung, juga dari Tasikmalaya," katanya. 

Hilman mengatakan, pelaksanaan Raker dan OKK itu sangat penting karena sekarang ini banyak wartawan yang diadukan karena pemberitaan. 

Ia berharap kepada para wartawan untuk memahami kode etik jurnalistik. "Ngaku wartawan harus bisa menulis berita," katanya.

Ia mengatakan para jurnalist harus bersaing dengan youtuber. Gimana peranan jurnalis? Apa bedanya youtuber dan wartawan? 

Ketua PWI Kabupaten Bandung H. Rahmat Sudarmaji mengaku bahagia dengan pelaksanaan Raker dan OKK. Ini merupakan rangkaian peningkatan kualitas wartawan yang masuk keanggotaan PWI. Tahun ini arah PWI kedepan harus jelas. 

"Arah itu dapatkan melalui orientasi wartawan dan keorganisasian. Ini langkah awal menata program, sinergitas dan menata kebijakan PWI kedepan," katanya.

Ia mengatakan arah PWI harus  jelas dan bersinergi dengan pemerintah daerah. "Raker ini merupakan ilmu baru. Wartawan tanpa kecerdasan akan sia-sia," katanya.

Rahmat juga mengatakan PWI jauh dari prestasi, dan tahun ini PWI harus berprestasi.

"Setelah kami mengikuti UKW dan sekarang Raker dan OKK, akan mengajak Pak Bupati ke kantor PWI untuk meresmikan kantor yang baru direnovasi dan saat ini kondisinya lebih representatif. Dan kedepannya akan silaturahmi dengan para wartawan senior," katanya.

Ketua Panitia Raker dan OKK Didi Mainaki mengatakan, pelaksanaan Raker dan OKK ini merupakan  tuntutan organisasi dan program kerja PWI. Selain mengevaluasi program kerja yang sudah dilakukan dan program kerja kedepan. "Hal itu sesuai dengan tema Raker dan OKK ini adalah  menata program dan memperkuat organisasi," kata Didi.

Ia mengatakan, yang mengikuti OKK ini sebanyak 36 orang. Sedangkan anggota PWI Kabupaten Bandung sebanyak 44 anggota dan sebagian besar sudah mengikuti UKW. "28 orang sudah mengikuti UKW, anggota PWI merupakan wartawan yang berkempeten," katanya. 

Pada kesempatan itu, Raker dan OKK juga turut memberikan bantuan 5000 masker kepada warga setempat dan penanaman pohon di kawasan lokasi kegiatan. **

Penulis : Sasra Firmansyah

Editor: Ervan Radian

Komentar