Satgas Citarum Harum Fokus Pada Permasalahan Limbah Cair, B3, Limbah Batubara dan Sampah

Satgas Citarum Harum Fokus Pada Permasalahan Limbah Cair, B3,  Limbah Batubara dan Sampah Sasra Firmansyah

PASEH, "SJN".com - Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 4/Majalaya Kabupaten Bandung fokus pada permasalahan limbah cair, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan limbah batubara di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Rabu (2/9/2020).

Untuk itu, Komandan Sektor 4/Majalaya Satgas Citarum Harum Kolonel Inf. Mulyono HS, didampingi Danki Sektor 4/Majalaya Letda Arh Dadan Haidir melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap sejumlah pengusaha pabrik tekstil di Kecamatan Majalaya. 

Dalam dua hari terakhir ini, Selasa-Rabu (1-2/9/2020), Kolonel Inf. Mulyono bersama jajarannya melakukan peninjauan ke pabrik tekstil PT. Gunajaya Santosa, PT. Bintang Cipta Perkasa dan CV Sekawan di Majalaya.

Saat itu, Kolonel Inf. Mulyono melihat langsung proses instalasi pengolahan air limbah (IPAL) hingga saluran pembuangan air limbah yang menuju anak Sungai Citarum.

Selain itu, Satgas Citarum Harum pun melaksanakan patroli malam untuk mengawasi pabrik yang bandel yang membuang limbah cair pada malam hari.

"Dari hasil pemantauan di lapangan, kita melihat pengolahan limbah cair tak sesuai dengan aturan yang ditentukan pemerintah. Kita juga turut memantau gudang tempat penyimpanan limbah B3, dan pembuangan limbah B3. Jika ditemukan tidak sesuai dalam proses pengolahan atau pengelolaannya, kita luruskan. Termasuk dalam pengelolaan bahan bakar batubara dan limbah batubara," tutur Kolonel Inf. Mulyono kepada wartawan di Subpos Desa Sukamantri Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Rabu siang.

Ia juga mengaku prihatin disaat melaksanakan patroli malam, ditemukan ada pabrik yang bandel karena membuang limbah cair pada malam hari.

"Buang limbah cair di luar jam kerja, Kita juga mewaspadai pabrik yang buang limbah cair disaat turun hujan, ketika aliran sungai sedang besar," ungkapnya. 

Dikatakan Komandan Sektor 4/Majalaya, saat menemukan pabrik yang buang limbah cair pada malam hari, langsung diambil foto dan videonya.

"Kita memberikan kesempatan kepada pihak pabrik untuk memperbaiki IPAL-nya. Jika tetap membandel, ya dicor saluran pembuangan limbahnya," ucapnya.

Selain fokus pada persoalan limbah, imbuh Kolonel Inf. Mulyono, Satgas Citarum Harum sedang membangun lahan pangan untuk membantu kesejahteraan rakyat. Di antaranya dengan cara membuat demplot. Untuk pembuatan demplot lahan pangan itu memang tak ada anggarannya. 

"Kita tetap berbuat dan bisa. Tak menganggu rakyat dalam pembuatan demplot tanaman pangannya. Mudah mudahan kedepannya Sektor 4/Majalaya ini menjadi icon dan kedepannya lebih indah dan baik, dan menjadi lahan contoh pertanian," katanya.

Untuk menyiapkan kebutuhan pangan rakyat itu, Satgas Citarum Harum sedang membuat kandang ayam bertelur.

"Semua kita lakukan dengan menggunakan cairan Bios 44. Penggunaan Bios 44 ini berpengaruh pada hasil pertanian dan peternakan. Mudah-mudahan kedepan bisa berhasil", ungkapnya. 

Satu hal lagi permasalahan sampah di Sektor 4/Majalaya, pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, Karena persoalan sampah kewenangan dinas tersebut.

"Disampaikan dan dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup  kaitan sampah. Di Sektor 4 ini tak ada tempat pengelolaan sampah (TPS). Termasuk truk sampah, juga tak ada. Perusahaan pun dilibatkan untuk pembuatan tempat pembakaran sampah. Meski asap pembakaran sampah itu enggak boleh ke mana-mana. Penanganan sampah sementara dengan cara dibakar, karena jika dibiarkan sampah semakin lama semakin menumpuk," tuturnya.

Perusahaan juga diarahkan untuk membuat tempat pembakaran sampah, selain tong sampah dalam menangani permasalahan sampah tersebut. "Kami berharap di Sektor 4/Majalaya ada tempat pengolahan sampah, supaya sampah tak dibuang ke sungai," pungkasnya.**

Penulis : Sasra Firmansyah

Editor: Ervan Radian

Komentar