Surahman,

Atasi Masalah PJJ, Sebar Guru Kunjung

Atasi Masalah PJJ, Sebar Guru Kunjung Bentar Wibisana

PANGALENGAN, GJ.com - Letak geografis sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), apalagi wilayahnya termasuk daerah blankspot. Untuk menyikapi kendala yang muncul dalam proses PJJ,  SMA Negeri 1 Pangalengan, Kabupaten Bandung menurunkan guru kunjung dan memberikan pembinaan terhadap siswa yang memiliki kemampuan sebagai solusinya.

Dalam mendukung proses PJJ, menurut Kepala SMA Negeri 1 Pangalengan, Surahman, S.Pd.,M.M.Pd., ada cara unik yang dilakukan SMAN 1 Pangalengan, yakni membina siswa yang punya kemampuan untuk membantu siswa lain yang terkendala dengan PJJ. “Sebab kemampuan kita sangat terbatas jika harus menyebar guru kunjung, dan salah satu cara yang mungkin dianggap efektif dengan membina siswa yang memiliki kemampuan,” katanya.

Pada masa pandemic Covid-19, ungkapnya, kehadiran guru di sekolah dibatasi, yakni 50 persen, dan 50 persennya lagi mengajar di rumah. Meski demikian kita tidak mengurangi pelayanan, bahkan kami memberikan pelayanan kepada siswa 24 jam. “Setiap hari di SMAN 1 Pangalengan ada guru piket,” ujarnya.

Pelayanan 24 jam itu, jelas Surahman, guru mengajar tetap sesuai jadwal, sedangkan siswa kapan pun bisa mengakses laman yang kita sediakan. Sehingga siswa bisa mengumpulkan tugas dan lain sebagainya dengan waktu yang tidak terbatas. “Kami memberikan kesempatan kepada siswa, karena tidak semua siswa mempunyai handphone (HP), dan baru bisa belajar setelah memimjam HP milik orang tuanya. Jadi kalau orang tuanya bekerja, maka HP-nya baru bisa digunakan siswa setelah orang tuanya pulang,” katanya.

Diakui Surahman, memang ada satu dua siswa yang sama sekali tidak memiliki sarana belajar, sehingga sekolah menyiapkan waktu khusus. Siswa bisa datang langsung ke sekolah dengan catatan mengikuti aturan protokol kesehatan.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar