Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sumedang, Dra. Elis Herawati, M.Pd.,

Kepala Sekolah Ujung Tombak Keberhasil PJJ Saat Pandemi

Kepala Sekolah Ujung Tombak Keberhasil PJJ Saat Pandemi ist Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sumedang, Dra. Elis Herawati, M.Pd.,

SUMEDANG, GJ.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sepenuhnya memberikan otonomi kepada sekolah untuk mengatur proses pembelajaran selama pandemi Covid-19. Sehingga kunci utama berjalan atau tidaknya dari pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19 terletak di tangan kepala sekolah.

Bahkan, jika berbicara kepemimpinan organisasi sekolah dalam masa pandemi ini, maka kepala sekolah bisa disebut seseorang yang berada di garda terdepan dan sebagai ujung tombak terhadap keberhasilan proses PJJ. Sebab, peranan kepala sekolah harus bertanggungjawab untuk menciptakan rasa aman dan nyaman, baik terhadap siswa, guru dan orang tua selama PJJ di masa tanggap darurat Covid-19.

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sumedang, Dra. Elis Herawati, M.Pd., saat berbincang dengan Majalah “Sekolah JUARA” di ruang kerjanya belum lama ini mengatakan, kepala sekolah merupakan ujung tombak keberhasilan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi ini. “Kepala sekola memegang peranan yang sangat vital sebagai leader dalam membangun atmosfer pendidikan, dan memastikan peserta didik ini mendapatkan pembelajaran bermakna, meski harus melalui proses pembelajaran jarak jauh,” tuturnya.

Menurut Elis yang juga sebagai Ketua DPC Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) Kabupaten Sumedang, proses KBM  di SMKN 1 Sumedang dilaksanakan melalui PJJ dengan menerapkan pembelajaran tematik, konstektual dan integratif.

Melalui pembelajaran tematik, konstektual  dan integratif ini, diakui Elis, dirinya merasa yakin KBM di tengah wabah Covid-19 akan berjalan lancar. “Dengan metode pembelajaran tematik dan integratif ini, maka kepala sekolah harus mampu menularkan semangat dan perubahan baru kepada guru, siswa dan orang tua secara bermakna,” ujarnya.

Dalam pembelajaran tematik, kostektual dan kolaboratif ini lebih mengedepan berbagai permasalahan dalam menunjang terhadap proses jalannya PJJ, yakni:

Bagaimana Merancang PJJ?

1.Menetapkan Tim Pengembang Kurikulum BDR
2.Membuat jadwal pembelajaran daring dengan pembelajaran kolaboratif
3.Menerapkan protokol kesehatan pembelajaran  daring
4.Melaksanakan diklat pembuatan bahan ajar daring bagi guru
5.Melaksanakan survey model dan media BDR  sesuai kebutuhan peserta didik
6.Menyediakan sarana prasarana pembelajaran daring
Bagaimana Melaksanakan Supervisi Akademik?

1.Perencanaan Pembelajaran Daring

a. melalui bidang kurikulum Kepala Sekolah memastikan bahwa semua guru mata pelajaran merancang pembelajaran tematik, kontekstual, dan kolaboratif
b. Melalui bidang kurikulum Kepala Sekolah memastikan bahwa semua guru mata pelajaran melakukan analisis KI/KD esensial pada setiap mata pelajaran  untuk rancangan materi bahan ajar daring
c. Melalui bidang kurikulum Kepala Sekolah memastikan bahwa semua guru membuat perangkat pembelajaran daring yang meliputi, program semester, analisis KI/KD esensial, RPP ( metode, media, dan model ), modul, lembar kegiatan dan alat evaluasi
d. Kepala Sekolah memastikan bahwa semua perangkat pembelajaran guru dengan moda daring telah dipersiapkan

2.Pelaksanaan pembelajaran  daring

a. melalui kerjasama dengan para wali kelas melalui group WA, Kepala Sekolah memantau pelaksanaan pembelajaran daring dari setiap guru
b. Kepala Sekolah memantau pelaksanaan jadwal kolaboratif sesuai jadwal yang telah ditetapkan
c. Kepala Sekolah memantau pelaksanaan pembelajaran kolaboratif pada setiap kelompok mata pelajaran dalam moda daring
d. Kepala sekolah memantau dan memastikan metode dan media yang digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran
e. Dalam masa covid-19 memastikan bahwa jumlah jam belajar peserta didik tidak lebih dari 4 jam
f. Kepala Sekolah memastikan bahwa proses pembelajaran melatih berpikir, berkomunikasi, dan kreatif
g. Melakukan survey untuk memastikan ketersediaan/keterjangkauan infrastruktur jaringan internet dan alat komunukasi/kuota peserta didik telah dipersiapkan

3. Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran  Daring

a. Kepala sekolah melaksanakan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan evaluasi/penilaian secara periodik
b. Kepala Sekolah menetapkan sistem evaluasi/penilaian dengan menggunakan program aplikasi ( google form dan google calssroom ) khusus untuk soal pilihan ganda
c. Kepala sekolah memastikan bahwa evaluasi/penilaian untuk mengukur ketercapaian kompetensi sesuai indikator
d. Mengembangkan instrumen evaluasi dalam pembelajaran daring dapat berupa unjuk kerja virtual
e. Melaksanakan evaluasi dan tindak lanjut berdasarakan kendala yang muncul dalam pelaksanaan penilaian hasil belajar peserta didik

Bagaimana Mengelola Komunikasi dengan Orang Tua?
    
1.Memberdayakan tugas wali kelas dalam menjalin komunikasi dengan orang tua
2.Melakukan pemetaan zonasi peserta didik untuk mengefektifkan komunikasi dengan orang tua/peserta didik
3.Memberikan motivasi kepada orang tua dalam pendampingan BDR

Bagaimana Menyediakan Fasilitas Untuk PJJ?

1.Memberikan dana bantuan kuota internet kepada peserta didik
2.Menyediakan aplikasi pembelajaran melalui internet
3.Menyediakan modul pembelajaran elektronik
4.Menerapkan Learning Managemen Sistem ( LMS )

Bagaimana Mengelola Keuangan Sekolah Untuk PJJ?

1.Pemberian bantuan pulsa, paket data,dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan BDR
2.Pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman (disinfectant), masker atau penunjang kebersihan lainnya
3.Pengadaan fasilitas kesehatan dan lain-lain.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar